Kantor Pos di Tangga Rumah Rani
Rani tinggal di lantai enam sebuah gedung bata yang tinggi. Setiap Sabtu, Rani menulis surat kecil di meja dapur: “Terima kasih untuk tanamannya.” “Supmu harum sekali.”
Baca cerita iniBerteman, mendengarkan, membantu, dan menemukan jalan untuk kembali saling dekat.
9 cerita
Rani tinggal di lantai enam sebuah gedung bata yang tinggi. Setiap Sabtu, Rani menulis surat kecil di meja dapur: “Terima kasih untuk tanamannya.” “Supmu harum sekali.”
Baca cerita iniDi tepi hutan kecil dekat Desa Cempaka, tiga sahabat—Kiko si tupai, Lala si kancil, dan Gogon si kura-kura—sering berkumpul di bawah pohon beringin tua. Mereka menyebutnya "Pohon Ide", karena setiap masalah selalu diselesaikan di sana.
Baca cerita iniDi pinggiran pasar kecil Kota Malang, hiduplah Nia, gadis cilik berusia 8 tahun yang suka menyimpan serpihan roti di saku jaketnya. Suatu sore, saat pulang les matematika, ia melihat seekor kucing belang cokelat-putih—dengan ekor bengkok seperti tanda tanya—mengendus-endus sampah dekat warung bakso. Perutnya keroncongan, tapi Nia hanya punya sepotong risoles sisa bekal. "Dikit nggak cukup buat dia," pikirnya ragu.
Baca cerita iniDi sebuah desa kecil di antara sawah hijau dan pohon kelapa, hiduplah seekor kancil bernama Kiki. Kiki dikenal gesit dan pintar, tapi seringkali ia lebih suka menyendiri. "Aku bisa urus semuanya sendiri!" katanya sambil melompati parit di belakang rumah.
Baca cerita iniLila sangat suka cokelat. Cokelat bintang, cokelat bulan, rumah cokelat… semua yang terbuat dari cokelat! Suatu sore yang cerah, Lila menghabiskan segunung kancing cokelat. Rasanya seperti awan manis kecil yang meleleh di lidah. Tapi, bukannya berlari dan bermain, Lila malah merasa berat dan malas.
Baca cerita iniDi padang rumput yang cerah, hiduplah kunang-kunang kecil bernama Twinkle. Teman-temannya punya cahaya kuning terang, tapi cahaya Twinkle biru dan lembut, seperti embun pagi. “Aku tidak sehebat mereka,” pikirnya sambil bersembunyi di dalam bunga tulip.
Baca cerita ini