Semua ceritaTono si Kura-Kura dan Piknik yang Berguling
Di atas kain piknik, Tono meletakkan kerikil bulat di samping biskuit sementara Kelinci memperhatikan dan Riri duduk di dalam keranjang anyaman.CERITA BERGAMBAR
Sahabat hewan

Tono si Kura-Kura dan Piknik yang Berguling

Duduk yang nyaman, lalu mulai baca saat kamu siap.

3 menit6 halaman
Kamu juga bisa mendengarkan tiap halaman.
Mau baca tanpa pindah halaman? Buka cerita lengkap di bawah.
Baca seluruh cerita

Tono si Kura-Kura dan Piknik yang Berguling

Tono si kura-kura mendaki bukit berumput dengan keranjang piknik yang penuh di atas tempurung birunya, sementara Riri terbang di sampingnya.

Tono si kura-kura suka membawa barang. Ia membawa apel di keranjang di atas tempurungnya dan batu-batu halus di sakunya. Pernah ia membawa pulang tiga biji ek untuk Riri, padahal Riri tidak memintanya.

Hari Sabtu itu, semua hewan akan piknik di Bukit Semanggi. Tono memasukkan keju, biskuit, kain merah, sebotol selai beri, dua buah pir, dan satu sendok yang sangat besar ke dalam keranjang. “Aku bisa membawa semua makanan piknik!” katanya.

Di kaki bukit, Riri terbang turun di sampingnya. “Keranjangmu penuh sekali.”

“Tidak apa-apa,” kata Tono sambil menggembungkan pipinya. Ia melangkah pelan, satu langkah, lalu satu langkah lagi. Tupai berlari lewat membawa jus beri. Kelinci melompat-lompat dengan wortel di kedua kaki depannya. Tak lama kemudian, yang lain sudah di atas bukit, sedangkan Tono masih mendaki.

Tono terpeleset karena kerikil bulat saat keranjang pikniknya miring, membuat makanan beterbangan dan kain merah tertiup angin.

Lalu kaki Tono menginjak kerikil bulat. Buk! Keranjangnya miring. Keju menggelinding menuruni jalan. Biskuit meluncur ke rumput. Kain merah melayang melewati kepala Tono dan tersangkut di semak.

Tono bersembunyi di dalam tempurungnya di lereng bukit, sementara Riri hinggap dengan lembut di atasnya.

Tono menarik kepalanya ke dalam tempurung. “Aku ingin membawa semuanya,” katanya pelan.

Riri hinggap di atas tempurungnya. “Kamu tetap bisa membawa sesuatu,” katanya. “Hanya saja, tidak semuanya sekaligus.”

Di jalan bukit, Riri membawa kain merah, Tupai dan Kelinci menyelamatkan makanan, dan Tono memegang kerikil bulat.

Riri menarik kain merah dari semak dan membawanya dengan paruhnya. Tupai mengumpulkan biskuit ke dalam kantong kertas kecil. Kelinci menaruh keju di atas daun wortel.

Tono memungut kerikil bulat itu dan memasukkannya ke sakunya, supaya tidak ada yang tersandung. Lalu mereka mendaki bukit bersama-sama.

Di atas kain piknik, Tono meletakkan kerikil bulat di samping biskuit sementara Kelinci memperhatikan dan Riri duduk di dalam keranjang anyaman.

Di atas bukit, hewan-hewan lain bersorak saat kain merah dibentangkan di rumput. Tono meletakkan keranjangnya yang kosong di tengah kain. Di dalamnya hanya ada kerikil bulat.

“Itu untuk apa?” tanya Kelinci.

Tono tersenyum. Ia meletakkan kerikil itu di samping biskuit. “Dia tamu pertama piknik ini,” katanya.

Saat matahari terbenam, Tupai, Kelinci, dan Riri menikmati piknik di kain merah sementara Tono berjalan pulang dengan kerikil di kantongnya.

Semua tertawa. Mereka duduk di atas kain merah, saling mengoper makanan, dan melihat awan putih bergulir di atas Bukit Semanggi.

Tono memang tidak membawa seluruh piknik. Namun saat matahari terbenam, ia membawa kerikil itu pulang, siapa tahu kerikil itu ingin bertualang lagi.