CERITA BERGAMBARRaka dan Cat Cahaya Bulan
Duduk yang nyaman, lalu mulai baca saat kamu siap.
Kamu juga bisa mendengarkan tiap halaman.Baca seluruh cerita
Raka dan Cat Cahaya Bulan

Raka tinggal di atas toko cat kecil bersama bibinya. Setiap toples punya label cerah: MERAH APEL, BIRU LAUT, KUNING MATAHARI. Namun, di rak paling tinggi ada satu toples perak polos. Labelnya berbunyi: CAHAYA BULAN—BUKA HANYA SAAT MALAM.
Suatu malam, Raka mendengar bersin kecil dari bawah. “Hacii!” Lalu terdengar bunyi pelan, tik, tik, tik.
Ia memakai sandal birunya lalu mengendap-endap menuruni tangga. Toples perak itu terbuka. Genangan pucat berkilau menyusup dari bawah pintu toko.

Raka mengikuti cat berkilau itu ke luar. Cat itu melintas di trotoar, membuat garis terang di batang pohon, lalu meluncur ke taman.
Di dekat pohon, Raka melihat naga kecil meringkuk di sekeliling sarang ranting yang kosong. Sayap birunya terlipat rapat. “Aku ingin mengecat sarangku supaya Ibu bisa menemukanku,” isaknya. “Tapi aku bersin, lalu catnya kabur.”

“Kenapa sarangnya harus bersinar?” tanya Raka.
“Ibu sedang terbang pulang melewati awan gelap,” kata naga kecil. “Ia akan mencari cahayaku.”
Jejak perak membentang di rumput. Raka dan naga kecil bergegas mengikutinya. Setitik cat berkilau di ayunan. Cat lain membuat tiga bunga daisy menjadi perak. Di kolam, sisa cat berputar-putar di atas air.

Raka mendapat ide. Ia mengambil ember bersih dari toko. Naga kecil meniupkan napas hangat ke atas kolam. Cat itu berkumpul menjadi bola terang yang bergoyang-goyang. Plup! Bola itu jatuh ke dalam ember.

Mereka kembali ke pohon. Raka mencelupkan kuas lebar ke dalam cat cahaya bulan. Naga kecil menahan sarangnya dengan satu cakar. Bersama-sama, mereka mengecat setiap ranting. Tak lama kemudian, sarang itu bersinar seperti bulan kecil di antara daun-daun.
Jauh di atas, awan terbuka. Seekor naga yang jauh lebih besar berputar sekali, lalu dua kali. “Nah, kamu di sana!” panggilnya.
Naga besar itu mendarat di samping sarang bercahaya dan merangkul naga kecil dengan sayapnya. Raka melambaikan tangan saat ibu dan anak itu meringkuk dekat di pohon.

Sebelum Raka naik ke atas, naga kecil memberinya satu tetes perak terakhir. Raka mengecat bintang mungil di pintu toko cat. Sejak saat itu, siapa pun yang lewat pada malam hari tahu tempat menemukan sedikit keajaiban.