Tania dan Rumah yang Cegukan
Tania tinggal di rumah kecil berwarna krem, dengan pintu biru, tiga jendela, dan cerobong yang agak miring ke kiri. Setiap pagi, ia melambaikan tangan. “Selamat pagi, Rumah!”
Baca cerita iniBuka pintu menuju kebun ajaib, benda yang bisa berbicara, dan dunia penuh kejutan indah.
26 cerita
Tania tinggal di rumah kecil berwarna krem, dengan pintu biru, tiga jendela, dan cerobong yang agak miring ke kiri. Setiap pagi, ia melambaikan tangan. “Selamat pagi, Rumah!”
Baca cerita iniNila adalah awan kecil berwarna biru yang tinggal di dekat bulan bulat berwarna perak. Setiap malam, ia mengembungkan tubuhnya lebar-lebar untuk membuat tempat tidur lembut bagi cahaya bulan.
Baca cerita iniPada sore yang berangin, Raka menemukan cangkir teh biru-putih di belakang pot-pot bunga di rumah kaca Bibi Lila. Di dalamnya ada satu kacang polong hijau terang.
Baca cerita iniTibi adalah payung merah kecil di tempat payung dekat pintu depan. Saat hujan, Ayah membawa payung biru yang tinggi, dan Nenek membawa payung kuning. Tibi sering tinggal di rumah.
Baca cerita iniRani tinggal di lantai atas sebuah toko roti yang ramai. Setiap pagi, harum roti hangat naik lewat tangga sampai ke jendelanya. Di rak dekat tempat tidur ada lonceng kuningan kecil. Lonceng itu tidak punya pemukul, jadi belum pernah berbunyi.
Baca cerita iniTari tinggal di rumah kuning di kaki bukit berumput. Setiap pagi, bukit itu berbunyi pelan, “Dengung... dengung... dengung.” Sambil makan roti panggang, Tari selalu ikut berdengung.
Baca cerita ini