CERITA BERGAMBARBara dan Ikan Lentera
Duduk yang nyaman, lalu mulai baca saat kamu siap.
Kamu juga bisa mendengarkan tiap halaman.Baca seluruh cerita
Bara dan Ikan Lentera

Bara adalah seekor luak kecil yang tinggal di samping kolam bundar yang gelap. Setiap sore, ia membawa lentera kecilnya ke tepi air. Cahaya kuningnya menyinari rumpun ilalang.
Suatu malam, ada sesuatu berkilat di bawah air. Kedip! Kedip-kedip! Lalu hilang.
Bara merendahkan lenteranya. “Halo?” panggilnya.
Seekor ikan perak kecil muncul di samping daun teratai. Di kepalanya ada gelembung biru bening seperti topi. Di dalam gelembung itu, mengambang satu cahaya terang.

“Namaku Lila,” kata ikan itu. “Cahaya lenteraku terlepas. Ia mengapung terlalu tinggi. Aku tidak bisa menangkapnya.”
Cahaya kecil itu melayang di atas kolam. Setiap kali Lila melompat, cahaya itu menjauh lagi.
“Aku akan membantu,” kata Bara.
Mula-mula, Bara meletakkan sebatang ilalang panjang di atas dua batu. Lila meloncat dari ujungnya yang lentur. Byur! Cahayanya bergoyang, tetapi masih terlalu jauh.
Lalu Bara memiringkan lenteranya ke arah air. Mungkin kedua cahaya itu bisa bertemu. Namun cahaya Lila meluncur menjauh, melewati daun-daun teratai, lalu masuk ke rumpun ilalang tinggi.
“Aduh,” kata Lila. Siripnya terkulai.

Bara memperhatikan ilalang itu. Tetes-tetes air bundar menempel di ujungnya yang lembut. Cahaya lentera Bara membuat setiap tetes berkilau.
Ia tersenyum. “Kamu bisa membuat gelembung?”
Lila meniup satu gelembung. Lalu dua. Lalu sepuluh. Bara memakai daun lebar untuk mendorong gelembung-gelembung itu ke bawah cahaya yang mengapung.
Gelembung-gelembung itu naik. Plip, plip, plip! Mereka mengangkat cahaya terang itu sampai hinggap di ujung ilalang yang lembut.

“Sekarang melompatlah dari sana!” kata Bara.
Lila berenang cepat. Ia menciprat ke satu daun teratai, lalu ke daun kedua, lalu ketiga. Dari daun terakhir, ia meloncat tinggi melewati ilalang.
Pop! Gelembung biru di kepalanya membuka lebar. Cahaya lenteranya masuk ke dalam dan berhenti di atas matanya.

Lila bercahaya biru dan emas. Kolam itu ikut bercahaya. Ikan-ikan kecil perak berputar mengelilinginya, dan katak-katak berkedip dari tepi kolam.
“Terima kasih, Bara,” kata Lila. “Sekarang aku bisa menuntun ikan-ikan kecil saat bulan bersembunyi.”

Bara berjalan pulang ke liang rumahnya. Lenteranya berayun di samping tubuhnya. Di belakangnya, cahaya biru keemasan yang baru bergerak pelan di dalam kolam gelap.